Karena Korona Dealer dan Lising Menjeriiit!!!

Murnisubajamas - Oleng mas bro…sepertinya efek virus mulai terasa dipersendian ekonomi. Hidup menghadapi pandemic Korona sangat berat karena kini semua sepertinya macet. Hampir semua pada engap-engapan. Kondisi yang tidak menentu membuat orang tahan beli barang sebagai bentuk persiapan jika kondisi terburukpun terjadi. Dan analisa ini terbukti. Berdasarkan konfirmasi dari supervisor dealer murni subaja mas, penjualan motor baru mulai menjerit karena penjualan mereka mengalami penurunan

Dunia bisnis jual beli mulai merasakan dampak dari virus Corona. Pandemic ini sukses menyumbat daya beli konsumen yang sepertinya masih menahan aksi konsumtif akibat tidak menentunya kondisi. Selain itu dengan banyaknya kantor libur khususnya leasing company membuat penjualan motor baru menjerit. Infonya dampaknya sangat terasa dan penjualan mereka tidak bergairah. Bahkan promo yang selama ini kita gembor-gemborkan mulai tumpul untuk memikat daya beli konsumen, ditambah kebijakan-kebijakan lising berubah yakni DP minimal 25% sampe 30% untuk pengajuan kredit baru...

Randi Ardiansyah menuturkan, "Penurunan penjualan motor baru bisa tembus 30%. Ini kondisi yang cukup memukul bisnis mengingat seharusnya pada bulan bulan Maret penjualan motor baru laris. Faktanya virus korona membuat kondisi sebaliknya…. morat-marit. Fakta semakin sulitnya penjualan motor baru sebenarnya tidak terlalu mengejutkan bro. Dengan pandemic korona yang belum bisa kita prediksi Kapan berakhir jelas membuat kita menahan diri untuk membeli sesuatu. Jangankan orang lain, saya sendiri pun begitu bro, hehehe... Tidak hanya di murni subaja mas, hampir semua dealer-dealer di bekasi pun mengalaminya alhasil para marketing surveyor pun sama mengalami kesulitan bahkan penurunan order bahkan hari kemaren sama sekali tidak ada surveian...

Informasi yang kami terima korona juga sudah merambah pengaruhnya terhadap penjualan motor bekas. “ Kita lihat situasi ke depannya Seperti apa baru showroom akan memberikan upaya terbaik. Harga diturunin misalnya ? selain itu kita sudah mulai menghentikan pembelian dan memaksimalkan penjual stok yang ada. Untuk penurunan harga kita lihat modelnya juga. Modal dan belinya berapa nanti kita evaluasi. Sebab tidak mungkin kita jual stock yang ada di bawah harga modal. Kita lihat kondisinya nanti karena pasar lagi sepi banget..”... ujar Aldhi Mokas yang memang selaku rekanan kami juga.

Kita berharap semoga pandemic virus Corona segera berakhir sehingga ekonomi kembali berdenyut dan aktivitas juga bisa normal seperti sedia kala. Kita sebagai marketing bingung seperti dibatasi ruang gerak kami…. biasanya lincah bisa kesana kemari cari konsumen, sebar brosur, moving, lah  sekarang harus menahan diri dan tetap tinggal di rumah, paling bisa stay di dealer saja itu pun jika perlu banget. Bahkan banyak perumahan-perumahan yang tertutup buat umum. Btw gimana dengan kondisi dikota mu bro ?

Post a Comment

0 Comments